Pengawetan buah pisang

Pisang merupakan buah klimakterik. Pisang merupakan salah satu komoditi yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan penanganan. Cepatnya respirasi pada pisang dipengaruhi oleh adanya senyawa aktif dalam pisang tersebut yaitu etilen. Sehingga pada penanganannya diberikan beberapa macam poliamin yaitu putresin, spermidin dan spermin. Selain etilen sebagai penyebab kerusakan pisang. Oksigen dan suhu rendah juga mempengaruhi kerusakan pisang. Oksigen dan suhu yang tinggi akan mempercepat respirasi sehingga klimakterik pada pisang cepat juga terjadi. Poliamin akan menghambat kerja etilen sehingga buah tidak menjadi cepat lunak.
Pada jurnal studi tentang poliamin dan suhu dingin dalam mempertahankan beberapa criteria kualitas buah pisang. Terdapat faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsiknya yaitu gas etilen yang terdapat pada pisang yang menjadi penyebab klimakterik atau mempercepat respirasi sehingga pisang menjadi lunak dan tidak dapat lagi dikonsumsi. Dan faktor ekstrinsiknya adalah suhu dan oksigen yang tinggi. Suhu yang tinggi menyimpan energi yang besar untuk memacu respirasi dan begitu juga pada oksigen yang tinggi. Karena pada reaksi respirasi memerlukan oksigen. Reaksi respirasi secara umum dapat digambarkan sebagai berikut.

C6H12O6 + O2 CO2 + H2O + energi

Sehingga untuk mempertahankan pisang agar lebih tahan lama. Perlu dilakukan penambahan suatu zat yaitu poliamin dan penurunan temperature dan oksigen.

This entry was posted on Sunday, January 24th, 2010 at 12:36 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

1 Response

  1. Melati_pratama Says:

    tks a lot

    June 4th, 2011

Leave a Reply